Paralel Masa Lalu dan Masa Kini: Tongpan dan The Songs of Rice
- Pychita Julinanda

- Dec 12, 2020
- 1 min read
Lanskap sosio-politik Thailand—yang kemudian tercermin juga di wilayah Asia Tenggara lain—memiliki setidaknya dua hal yang menonjol: tradisi agraria, dan perjuangan melawan kuasa-kuasa politis yang menekan hidup masyarakat sipil, termasuk mereka yang hidup dalam tradisi agrarian tersebut. Dua hal ini tercermin dalam dua film yang masing-masing berjarak empat dekade: Tongpan (1977) dan The Songs of Rice (2014). Tongpan mengikuti perjalanan seorang aktivis yang mencari seorang petani, sebagai pihak yang menjalani langsung kehidupan agraria pinggiran sungai Mekong, untuk ikut dalam sebuah rapat tentang pembangunan bendungan sungai. Dengan garang, film ini menunjukkan bagaimana pembangunan serta aktor-aktor di baliknya mengusung target-target politik ekonomi pembangunan nasional-internasional tanpa memahami—atau bahkan, tanpa peduli—kelangsungan masyarakat yang tinggal dan menghidupi keluarganya dalam komunitas agrarian sepanjang sungai Mekong. The Songs of Rice mengikuti perjalanan sang sutradara menelusuri perayaan ritual panen di berbagai provinsi di Thailand dengan lebih cair dan mengalun.
Meski dengan gaya yang berbeda, kedua film ini memiliki paralel antara masa lalu dan masa kini bangsa Thailand, pun dengan kekuatan-kekuatan reflektif atas masa depan masyarakatnya. Tongpan menguak bobroknya kuasa-kuasa politis represif yang sampai titik ini masih sangat relevan dan perlunya solidaritas tak hanya demi kelangsungan tradisi agraria, tetapi demi kebebasan masyarakat Thailand dari penindasan; sementara The Songs of Rice menawarkan penjelajahan terhadap tradisi agraria di Thailand beserta jejak-jejak sejarahnya yang sudah ada bahkan jauh sebelum kuasa-kuasa politis tersebut ada, bertahan hingga sekarang, dan menghidupi komunitasnya dalam harmoni dan solidaritas. Penjelajahan ini tak hanya menjadi sebuah penguakan situasi sosio-politik masa lalu dan masa kini, namun juga menjadi sebuah refleksi atas potensi kekuatan masyarakat Thailand dalam tradisi agraria untuk terus bertahan dan berstrategi menentang represi kuasa-kuasa politis tersebut—mereka, bagaimanapun, telah ada dan bertahan sejak lama sekali.



Comments