The Nameless dan Potensi Sinema dalam Dialog Sejarah
- Pychita Julinanda

- Nov 8, 2020
- 1 min read
Salah satu letak kekuatan sinema terletak pada berbagai kemungkinan-kemungkinan yang dimampukannya dalam konstruksi, dekonstruksi, dan rekonstruksi melalui eksperimentasi. The Nameless (2015) karya Ho Tzu Nyen adalah sebuah film yang mengeksperimentasi kolase footage-footage aktor kenamaan Hong Kong Tony Leung dalam berbagai film yang diperankannya untuk menarasikan tentang aktor sejarah yang dikenal dengan lebih dari 50 nama di periode pergulatan perjuangan kemerdekaan dan juga penyebaran ideologi ‘kiri’.
Dalam The Nameless, Ho Tzu Nyen menyampaikan narasi tentang aktor sejarah tersebut dalam konteks sejarah sosio-politik dengan eksperimentasi kolase yang mengkonstruksi, dekonstruksi, dan rekonstruksi montase footage-footage ikon film Hong Kong. Moda eksperimentasi ini merupakan studi terhadap kekuatan sinema yang memungkinkan adanya studi kritis akan kemampuan konstruksi makna. Namun, lebih dari itu, ia juga memungkinkan adanya temuan-temuan moda ‘penceritaan’ alternatif dalam membuka ruang dialog tentang sejarah dan kesejarahan, terutama di kawasan Asia Tenggara di mana sejarah masih harus diraba-raba dan dinavigasi melalui zona-zona temaram. Ketidaktersediaan arsip yang memadai, ketabuan yang menyelubungi pengungkapan sejarah, represi otoritas, serta bahkan penghilangan dengan sengaja sejarah dan kesejarahan memerlukan, dan juga membuka peluang bagi, eksperimentasi dan temuan-temuan alternatif dalam menguak gambaran masa lalu yang hilang dari jejak dan referensi kita. Gambaran itu pun tidak harus dalam bentuk yang sebenar-benarnya dan semurni-murninya—sinema memungkinkan kita untuk melakukan hal tersebut dengan kekuatan imajinatif dan spekulatifnya.



Comments