Tatsumi dan Cerminan Pencarian Identitas Bangsa Jepang
- Pychita Julinanda

- Oct 25, 2020
- 2 min read
Menilik salah satu bagian dan juga tokoh penting dari sejarah kebudayaan Jepang pasca-1945, Tatsumi merupakan film animasi otobiografi seorang seniman komik terkemuka Jepang, Yoshihiro Tatsumi. Sebagai tokoh penting, otobiografinya sendiri saja sudah menawarkan banyak pembacaan tentang situasi sosio-politik Jepang dan bagaimana Jepang sebagai bangsa menavigasi dirinya sendiri dalam kebingungan dan keterpurukan pasca perang.
Otobiografi Tatsumi kemudian tak hanya menarik karena menceritakan perjalanan hidupnya, namun juga selipan-selipan karya Tatsumi yang dianggapnya sendiri penting dan berkesan. Selama durasi 95 menit film, terdapat lima karya yang dianimasikan dan diselipkan ke dalam cerita hidupnya. Dengan durasi sesingkat 95 menit dan lima karya yang ditayangkannya, cerita hidup Tatsumi sendiripun tidak terlalu panjang, detail, ataupun bertele-tele. Lima karya tersebut seolah sudah mewakili hidup Tatsumi sendiri, serta bacaan yang lebih luas tentang situasi sosio-politik Jepang dan pencarian identitas bangsa Jepang pasca Perang Dunia II melalui lensa pascakolonialisme. Karya-karya Tatsumi, yang diusungnya sebagai genre Gekiga, merupakan karya yang penuh akan pembicaraan seputar sisi ‘gelap’ yang dihadapi orang-orang Jepang dalam kehidupan mereka. Mulai dari alienasi akibat industrialisasi, kebingungan menjalani hidup pasca-perang, kehidupan lansia di Jepang, hingga pelik permasalahan gender, maskulinitas, prostitusi, bahkan consort women Jepang untuk militer Amerika. Karya-karya tersebut, jika dapat dibilang, merupakan karya-karya pascakolonial yang mengangkat, membicarakan, dan bahkan mempertanyakan identitas dan kehidupan masyarakat Jepang di tengah-tengah perkembangan jaman pasca perang.
Sebagai adaptasi dari ‘A Drifting Life’ manga otobiografinya sendiri, mungkin terdapat beberapa elemen yang tidak dimasukkan atau kurang digali lebih jauh. Namun, sebagai film, Tatsumi merupakan karya yang cukup dan tidak bertele-tele sebagai bacaan tentang perjalanan Tatsumi dan bagaimana perjalanan dan karyanya sangat dipengaruhi oleh Perang Dunia II dan dampaknya selama bertahun-tahun terhadap bangsa Jepang, sama seperti bagaimana hal tersebut mempengaruhi masyarakat Jepang dalam menjalani kehidupan mereka sehari-hari dan bagaimana bangsa Jepang harus bertahan hidup dan mengembangkan diri di bawah bayang-bayang perang dan naungan dominasi Amerika Serikat.



Comments